Tips Untuk Developer

Bismillah ..

Saya ingin sekedar sharing hal-hal yang menjadi kebiasan penulis dalam mendevelop suatu project OpenERP, semoga hal-hal ini dapat memudahkan kita dalam melakukan proses development.

1. Server VPS

Adakalanya customer kita menggunakan VPS, seperti kita ketahui VPS secara default hanya memiliki user root, sedangkan OpenERP tidak bisa dijalankan user root dan kita harus membuat user baru selain root. Cara membuatnya cukup mudah seperti dibawah ini :


# Login ke VPS

ssh root@ipaddressVPS

# Pastikan setting awal

locale-gen en_US.UTF-8

# Lanjutkan pembuatan user baru yaitu openerp

adduser openerp

# Akan muncul tampilan seperti ini

#Adding user `openerp' ...
#Adding new group `openerp' (1001) ...
#Adding new user `openerp' (1000) with group `openerp' ...
#Enter new UNIX password: 
#Retype new UNIX password: 
#passwd: password updated successfully
#Changing the user information for openerp
#Enter the new value, or press ENTER for the default
#	Full Name []: OpenERP
#	Room Number []: 
#	Work Phone []: 
#	Home Phone []: 
#	Other []: 
#Is the information correct? [Y/n] Y

# Tambah akses sudo untuk user openerp

usermod -a -G sudo openerp

# Setelah semua OK lalu kita 'masuk' dengan user openerp

sudo su - openerp -s /bin/bash

Setelah kita berhasil membuat user baru pada VPS, sekarang bisa dilanjutkan dengan instalasi OpenERP server pada tutorial ini dimulai dari point B dan seterusnya.

Selamat mencoba …

2. Instalasi untuk Developer

Pada tutorial instalasi diatas penulis tujukan untuk real server, sedangkan untuk developer ada beberapa perbedaan. Proses instalasinya cukup dimulai dari point A sampai dengan C. Selanjutkan buatlah folder openerp pada directory home kita (ubuntu) lalu download source OpenERP kemudian extractlah, edit nama hasil extractan menjadi server dan simpanlah pada folder openerp yang telah kita buat sebelumnya, lalu bikin folder baru lagi dengan nama addons sehingga hasil susunannya menjadi seperti ini :

/home/aziz/openerp/addons/
/home/aziz/openerp/server/

Lalu copy folder addons yang didalam folder server tersebut kedalam folder addons diatas dan rename-lah dengan nama TELKOM sehingga hasilnya menjadi :

/home/aziz/openerp/addons/TELKOM/
/home/aziz/openerp/server/

Nama addons TELKOM disesuaikan dengan project yang anda kerjakan, jika kita memiliki project baru caranya copy folder default addons dari folder server lalu rename sesuai dengan nama PT atau project yang diinginkan sehingga hasilnya menjadi seperti ini :

/home/aziz/openerp/server/
/home/aziz/openerp/addons/TELKOM/
/home/aziz/openerp/addons/ASTRA/
/home/aziz/openerp/addons/PERTAMINA/

Setelah kita memiliki banyak addons project, sekarang kita lanjutkan dengan membuat file configuration untuk masing-masing project tersebut yaitu bikin file configuration sesuai dengan nama project anda, seperti ini :

openerp-telkom.conf
openerp-astra.conf
openerp-pertamina.conf

Semua isinya sama kecuali terletak pada path addonsnya, yaitu seperti ini :


[options]

admin_passwd = admin
csv_internal_sep = ,
reportgz = False
without_demo = False
import_partial = 
pidfile = None
server_wide_modules = None

addons_path = /home/aziz/openerp/addons/TELKOM
root_path = /home/aziz/openerp/server

xmlrpc = True
xmlrpc_interface = 
xmlrpc_port = 8069
proxy_mode = False
xmlrpcs = True
xmlrpcs_interface = 
xmlrpcs_port = 8071

secure_cert_file = server.cert
secure_pkey_file = server.pkey

netrpc = False
netrpc_interface = 
netrpc_port = 8070

dbfilter = .*

static_http_enable = False 
static_http_document_root = None
static_http_url_prefix = None

test_file = False
test_report_directory = False
test_enable = False
test_commit = False


logfile = None
logrotate = True
syslog = False

log_handler = [':INFO']
log_level = info

email_from = False
smtp_server = localhost
smtp_port = 25
smtp_ssl = False
smtp_user = False
smtp_password = False

db_name = False
db_user = openerp
db_password = openerp

pg_path = None
db_host = False
db_port = False
db_maxconn = 64
db_template = template1

translate_modules = ['all']
list_db = True

debug_mode = False

timezone = False

osv_memory_count_limit = False 
osv_memory_age_limit = 1.0 
max_cron_threads = 2

unaccent = False

workers = 0

limit_memory_soft = 671088640
limit_memory_hard = 805306368
limit_time_cpu = 60
limit_time_real = 120
limit_request = 8192

Isi file configurasi diatas untuk project TELKOM sedangkan untuk PERTAMINA & ASTRA cukup menggantinya pada parameter path addonsnya yang tinggal disesuaikan seperti ini :


# Untuk PERTAMINA
addons_path = /home/aziz/openerp/addons/PERTAMINA

# Untuk ASTRA
addons_path = /home/aziz/openerp/addons/ASTRA

Simpan file configurasi diatas pada path /etc/ dengan perintah :


sudo cp openerp-telkom.conf /etc/
sudo cp openerp-astra.conf /etc/
sudo cp openerp-pertamina.conf /etc/

Terakhir adalah cara menjalankan OpenERPnya. Setelah kita berhasil mempersiapkan semuanya sekarang kita buka terminal lalu jalankan dengan perintah dibawah ini :


cd openerp/server/

# Untuk TELKOM
python openerp-server -c /etc/openerp-telkom.conf

# Untuk PERTAMINA
python openerp-server -c /etc/openerp-pertamina.conf

# Untuk ASTRA
python openerp-server -c /etc/openerp-astra.conf

Selama kita melakukan development dan ingin mengetahui perubahan coding yang kita lakukan cukup menghentikan server OpenERP dengan Ctrl + C di terminal kemudian jalankan kembali perintah diatas. Untuk file perubahan pada file python cukup dengan restart diatas tetapi untuk perubahan pada file xml kita harus restart + upgrade modul pada menu setting.

Akan tetapi disana ada cara cepat untuk melakukan upgrade module lewat terminal yaitu dengan menambahkan parameter seperti ini :


# Untuk ASTRA
python openerp-server -c /etc/openerp-astra.conf -d NAMA_DATABASE -u NAMA_MODUL

Selamat mencoba …

3. Eclipse

Editor bagaikan sebuah ‘senjata’ untuk developer, disamping editor disana juga banyak editor ‘plus’ yaitu IDE (Integrated Development Environmnet) seperti eclipse & netbeans. Kelebihan IDE disamping sebagai editor juga dapat sebagai compiler, linker, debugger, dll

Penulis memilih Eclipse sebagai ‘senjata’ yang biasa digunakan dalam proses development. Karna OpenERP dibangun dengan bahasa pemrograman python, maka disana ada tambahan library yaitu PyDev. Untuk instalasinya buka IDE Eclipse lalu klik menu Help -> Eclipse Marketplace, nanti akan terbuka sebuah popup dan ketik pydev pada kolom Find, setelah pydev terlihat silahkan melanjutkan dengan menekan tombol install. Setelah PyDev terinstall kita bisa juga tambahkan library untuk membaca file-file xml agar memiliki fungsi Syntax Highlighting yaitu Rinzo XML Editor, cara instalasinya sama seperti diatas.

Setelah kita berhasil menambahkan kedua library tersebut selanjutnya kita buat project OpenERP kita, caranya klik File -> New -> PyDev Project. Pastikan path workspace telah kita tentukan sesuai dengan tips point 2 diatas yaitu : /home/aziz/openerp/addons. Kemudian cukup dengan mengisi field Project Name sesuai dengan nama addons diatas, misal TELKOM lalu klik Finish.

Mungkin 3 tips ini saja yang bisa saya sampaikan, jika ada solusi atau saran yang lebih baik lagi jangan sungkan untuk diinfokan kepada penulis. Semoga bermanfaat …

Advertisements

7 thoughts on “Tips Untuk Developer

  1. Pingback: [Odoo 8] Instalasi Odoo 8,9,10 Pada Server Ubuntu 16.04 | Tutorial OpenERP

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s